Ketahui Berikut Daerah dengan UMP Terendah 2026 di Indonesia

Daerah dengan UMP terendah 2026 jadi topik yang menarik banget buat Anda yang lagi cari kerja, pindah kota, atau sekadar ingin tahu kondisi ekonomi di berbagai provinsi Indonesia. Setiap tahun, besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) selalu bikin banyak pihak pusing mikirin angka idealnya. Tahun 2026 pun nggak kalah serunya!

UMP nggak hanya angka doang, tapi juga mencerminkan bagaimana “kekuatan” ekonomi di suatu daerah dalam memberi upah layak buat pekerjanya.

Nah, di artikel ini Anda mengetahui urutan daerah dengan UMP terendah 2026.

Daftar Daerah dengan UMP Terendah 2026, Ada Daerahmu?

Daerah dengan UMP terendah 2026 jatuh kepada 5 provinsi, yaitu Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTT. Yuk, cek berapa besarannya disini!

Berikut beberapa daerah dengan UMP terendah 2026, yaitu:

1. D.I Yogyakarta – Rp 2.417.495

Di antara provinsi lain di Indonesia yang sudah resmi menetapkan UMP 2026, D.I Yogyakarta termasuk salah satu yang punya nilai UMP rendah. UMP 2026 di Yogyakarta ditetapkan sebesar Rp 2.417.495 per bulan, naik sekitar 6,78% dari tahun sebelumnya.

Meski nilai UMP-nya tergolong kecil secara nasional, Anda yang tinggal di Yogyakarta mungkin sadar bahwa biaya hidup di sini juga relatif lebih murah. Selain itu, banyak pekerja di sektor jasa, pendidikan, dan pariwisata yang biasanya lebih fleksibel soal upah. Kondisi ini bikin Yogyakarta tetap jadi pilihan menarik buat anak muda dan perantau, terutama yang baru merintis karier.

2.  Jawa Timur – ± Rp 2.448.586

Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi besar dengan banyak kawasan industri. Namun, secara provinsi angka UMP 2026 diprediksi tetap termasuk rendah, sekitar Rp 2.448.586 berdasarkan simulasi formula kenaikan UMP terbaru pemerintah.

Angka ini adalah nilai rata-rata provinsi yang diperkirakan dari perhitungan formula, dan nilai final bisa sedikit berbeda tergantung keputusan gubernur. Meski begitu, angka ini menunjukkan bahwa kondisi upah di Jawa Timur memang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan provinsi industri lain seperti DKI Jakarta atau Bali.

Tapi jangan bingung dulu, ya! Di Jawa Timur banyak kabupaten/kota yang punya UMK lebih tinggi dari UMP provinsi, terutama di sekitar kawasan industri. Jadi, kalau Anda melamar kerja di Surabaya atau Sidoarjo misalnya, bisa jadi Anda dapat gaji lebih dari angka UMP ini.

3. Jawa Barat – ± Rp 2.318.981

Kalau bicara Jawa Barat, provinsi dengan ekonomi besar ini ternyata punya perkiraan UMP 2026 yang termasuk rendah juga, yaitu sekitar Rp 2.318.981 berdasarkan proyeksi formula pemerintah.

Hal ini terjadi karena UMP provinsi dihitung secara keseluruhan. Padahal di Jawa Barat sendiri terdapat kota-kota industri besar seperti Bekasi, Karawang, dan Bandung yang punya UMK lokal jauh lebih tinggi dari UMP provinsi. Jadi, meskipun angka UMP “rendah”, banyak pekerja di kota-kota besar ini tetap bisa mendapatkan upah lebih layak.

Selain itu, biaya hidup di beberapa daerah Jawa Barat seperti Depok, Bogor, atau Bekasi relatif tinggi. Artinya sebelum memutuskan kerja di sini, penting banget buat Anda cek UMK daerah tujuannya, bukan cuma UMP provinsi.

4. Jawa Tengah – ± Rp 2.308.382

Prediksi Jawa Tengah menunjukkan bahwa provinsi ini bahkan bisa jadi salah satu provinsi dengan UMP 2026 terendah secara nasional, yaitu sekitar Rp 2.308.382 per bulan.

Struktur ekonomi Jawa Tengah yang masih kuat di sektor padat karya seperti garmen, tekstil, dan alas kaki menjadi salah satu faktor yang menekan angka UMP provinsi ini. Pemerintah daerah sering kali menyesuaikan UMP agar tetap menarik bagi investor, sehingga angka kenaikannya tidak terlalu tinggi.

Namun dari sisi biaya hidup, banyak kota di Jawa Tengah yang relatif terjangkau. Jadi buat Anda yang baru lulus kuliah atau lagi nyari pengalaman kerja pertama, Jawa Tengah tetap bisa jadi pilihan strategis meski UMP-nya masuk kategori rendah.

5. Nusa Tenggara Timur (NTT) – Rp 2.455.898

Dari wilayah luar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga sering disebut punya UMP 2026 rendah. Pemprov NTT menetapkan UMP 2026 sebesar Rp 2.455.898 per bulan, naik sekitar Rp 126 ribu dari tahun sebelumnya.

Angka ini memang masuk kategori rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Penyebabnya adalah kondisi geografis dan struktur ekonomi NTT yang lebih banyak di sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil. Industri besar cukup minim di sini, sehingga kemampuan daerah untuk menetapkan UMP tinggi jadi lebih terbatas.

Meski begitu, biaya hidup di NTT juga relatif rendah dan suasana hidupnya yang tenang kerap jadi nilai plus buat Anda yang suka kehidupan santai dan alam yang asri.

Membahas daerah dengan UMP terendah 2026 memang penting, tapi angka UMP saja nggak cukup buat jadi patokan mutlak kesejahteraan. Anda juga perlu melihat UMK lokal (yang sering lebih tinggi), biaya hidup di daerah tersebut, serta peluang kerja di sektor yang ingin Anda geluti.

Intinya, pilih tempat kerja bukan cuma berdasarkan angka UMP, tapi juga gambaran kehidupan nyata di sana.